Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

9.27.2012

Aku yang bertopengkan Akh!

pinjam gambar ye tuan gambar :)



aku merangkak dari hari ke hari,
mengendong secebis hati yang lusuh,
umpama telur yang busuk lagi rapuh,
sebuah kemaksiatan membusuk,
yang layaknya hanya dibuang jauh.

aku mengeluh,
aku semakin terjatuh,
bebanan ini semakin,
merobek sihatnya jiwa,
mematah semangat waja,
memamah akal sejahtera,
mentakhtakan nafsu noda,
sehingga aku
bermandikan fata morgana.
ini semua kerana hanya
aku yang bertopengkan akh!

mereka insan mulia,
memandangkan jahiliyahku dengan penuh husnuzon,
dengan penuh simpati,
dengan kasih tiada bertepi.
dengan kasih bertalikan Illahi.

ya rabb!
di penghujungnya malam,
aku yang bertemankan cahaya bintang,
aku yang bertemankan bunyian alam,
dan sejuknya bayu ciptaan tuhan,
bersujud dengan penuh pengharapan,
mengharapkan dibersihkan segala noda,
segala karat-karat di dalam jiwanya,
segala kekotoran yang membekas dalam hati,
dan sehingga aku dapat lahir semula,
sebagai sebuah akh yang sejati,
tidak lagi terbeban di dalam hatinya,
sebuah jahiliyyah berlapikkan bahagia.

9.02.2011

Bersabarlah akan aku


Ya Rabb,
Di kelewatan malam yang pekat,
Ku sujud dengan penuh pengharapan,
Hati kecil ku ini merintih letih di tepian,
Ombak resah menghempas tiada lelah,
Apakah masih sempat ku berpatah arah?

Aku pohon padaMu, bersabarlah akan aku,
Ketika aku menjalani sisa-sisa hidup ku,
Aku pohon padaMu, tetaplah disisi aku,
Ketika mereka berarak sunyi dan berlalu.

Ya Rabb,
Jiwaku ini dahulunya ruangan kosong!
Bertatih aku mencari erti tapi masih lompong!
Aku yang buta mereluh akan nikmatMu,
Segala yang fana aku puja,
Segala yang baqa aku leka.
Apakah masih sempat aku menagih kasih dan cinta?

Ajarlah aku menyayangi Mu lebih dari aku menyanjungi manusia,
Ajarlah aku merindui akhirat sana dari terpersona dengan dunia.

Satu ku pinta,
Kembalikan aku kepada fitrah sedia ada,
Fitrahku sebagai seorang hamba,
Yang mahu mencinta dan dicinta.





4.14.2011

if i have a daughter


if i have a daughter, i will tell her,
that it's okay to be afraid of monsters,
because daddy will always be here,
when she needs to get rid of her fears.

if she cried a cry of a little tear,
i will comfort her, "don't cry my dear."
i will tell her things she needs to know,
and explained to her as she grows.

when she reached her blossoming days,
she should've learned now how to pray,
buy her, i will, hijabs of red and blue,
so she can cover her beautiful hair too.

teach her what Allah had told us to do,
and as muslims what was forbidden too,
i hope she knows she is beautiful,
no need trendy clothing, she looks cool.

till the day, i handed her hand,
for a marriage with another man,
i will keep her always, safe and sound,
a full grown muslimah, knows her bounds.

she'll be the key, investment of the hereafter,
a valuable jewel to be kept in my heart forever,
how i wish i have a daughter in my life,
oh well, firstly i need to find myself a wife.

akmalghani © if i have a daughter 2011

4.09.2011

age, respect & experience.


hey, why the age barrier?
some were born a little tad later,
while others were born earlier,
then why need a barrier,
to make someone feel inferior,
unless experience proves you're better.

if age makes the difference
then age comes with experience,
if one lives through a shell,
with that kind of experience to tell,
then don't bother to talk,
one'll be seen as porous as chalks.

respect, must be gained,
it's not something that is trained,                
its not a wall to be paint,
or rather a canvas to be taint,
thus,
age does not give the advantage,
cause age can come with rage,
be wise, my friend, like a mage,
with wisdoms free from caged.

respect the old, i'd say,
respect the man, okay,
the lady of the house add i may,
treat them with utmost respect,
they're someone you can't neglect,
parents should be treated nicely,
for the jannah, they'll hold the key.

share everyone the knowledge,
and take this honorary badge,
and with the positive attitude,
you'll get the highest tribute,
and set your intentions correct,
make the best of what's intact,
and if you keep looking forward,
insyaAllah my friend,
there's the only one kind of reward.

3.20.2011

andai kau ingin futur



andai kau ingin futur,
hentikanlah segala langkah,
susun semula biar ia teratur,
moga kau tahu mananya salah,
jangan terusan asyik mengalah,
kehendak nafsu biarkan jangan,
nanti terusan dihanyut hasutan.

terdetik tidak, terlintas tidak,
futur itu bukan lawan sembarangan,
mati hatimu digenggam syaitan,
kering jiwa mu hampa kekosongan,
merintih letih menunggu jawapan,
sedarnya hanyalah di kemudian,
bermandikan bahagia dunia sementara,
akhirnya lemas di muara fata morgana,
terlepas indahnya kekal akhirat sana.

letih letih, engkau meronta!
pulih pulih, engkau bertanya!

andai kau ingin futur,
lihatlah luasnya kasih ilahi,
lihatlah tangan yang memberi,
lihatlah nikmat terbit matahari,
jikalau engkau memerhati.

dan andai kau masih ingin futur,
ketahuilah kau bukan berseorangan,
rehatlah, kerana panjang perjalanan,
kita langkah bersama ke hujung sana,
menanti dan mengharap redhaNya,
hanyalah Dia semata-mata.

© akmal ghani - andai kau ingin futur

2.06.2011

secalit mimik muka kefahaman.


Langit menggelap tika malam berlabuh,
Siang beransur mencari lena berteduh,
Bukan mudah menggapai makna ciptaan,
Jika mata hati dimamah nafsu kemanusiaan,
Takkah engkau sengaja biarkan?
Bukankah semua itu adalah panduan?

Kau uliti dan fahami satu persatu,
Kalimat itu sudah pun kau ketemu,
Kalimat suci memanggil lembut,
Engkau biarkan dirimu serabut kusut,
Tidakkah engkau merasa kerdil?
Sungguh kita hanyalah makhluk kecil,
Menunggu masa untuk dipanggil.

Kau merasa kau punya segalanya,
Kau merasa cukup dan sempurna,
Bukankah akal itu sebaik pemberian,
Nafsumu jangan dibiar bersama syaitan,
Jikalau dibiarkan kamu pemenangnya,
Di dunia sementara engkaulah raja,
Menempah tiket ekpres ke neraka sana.

Maafkan aku yang kasar berbicara,
Niatku bukanlah untuk mengata,
Bukan menyapa untuk melatah,
Pantang berundur sebelum terkalah,
Berat ertinya sebuah nilai perjuangan,
Beribu batu hanya hiasan kekangan,
Letihku tidaklah mintanya balasan,
Hanya secalit mimik muka kefahaman.

secalit mimik muka kefahaman - akmalghani

7.03.2010

yours faithfully, adelaide.

the moon shines might and bright,
on the backyard of my hometown,
and as i gaze through the night,
everything i breathe is home-bound
though the air is cruel and chilly,
let it seeps through my bones,
though this moment might be silly,
i know i’m not all silently alone
for every dream,
i dream a never ending memory,
about you and me.

adelaide,
you and her,
there’s not much to differ.

for the roads are still roads,
even when the roads are full of toads,
and if the wind caress my face gently,
so it does in a foretold melody,
you and her,
there’s not much to differ.

for the sky is shared together,
from here to wherever,
and if i ever feel somewhat alone,
i’ll gaze the skies with my chilly bones,
hoping you’ll do the same,
remembering me and my name.
for you is a distant calling,
back where i was still a boy,
and not much with the silent melody,
about you and me.

adelaide,
you and her,
there’s not much to differ.

4.19.2010

warkah rindu seorang anak



ayah,
anakmu ini merindui hadirmu,
anakmu ini merindui suaramu,
anakmu ini merindui wejangmu,
anakmu ini merindui umbimu.

tatkala anakmu ini melodrama tafakurnya,
tatkala itu jua bepinar matanya,
jika dilihat anak-anak beraleman,
hati anakmu terdetik bersama,
mengingati lempias waktu dahulu,
ketika anakmu ini masih wangsa,

anakmu ini kolokan lagi,
dewasanya bukan tolokan lagi,
rindu ini bukannya kepalang,
kerana rindu anakmu ini buatmu ayah.

kan anakmu kabul pesanmu,
kan anakmu khanah kasihmu,
kerana anakmu telah berjanji
dan janjinya ini untuk insan,
bergelar ayah.

p/s: selamat hari jadi ayah. semoga cepat sihat sepenuhnya. adik tunggu ayah di adelaide. kita pergi apple picking nak?  :)

4.08.2010

pegan tapi cencong

udara autumn adelaide menghambar,
rasanya makin pintang meruyup,
secorok tempat mula mengadem,
aku masih pegan tapi cencong,
cencongku hanyalah melatah.

kainotophobic kah aku?
bungkam hatiku kerana aku bukan filsuf,
takwilnya ku lemah lagi daif.
aku hanya ingin kamil sahsiahku,
fi'ilnya kafi seindah-indah ciptaan-Nya.

wejanglah aku supaya dimengertikan,
sungguh anak adam ini khilaf caturannya,
menggalur ku mencari makna alam,
tanpa Dia, harusnya aku menyengap,
supaya bebas peganku, tenggat cencongku.

p/s: manusia mana tiada pernah khilaf?

4.01.2010

star-crossed strangers

 Perfect Strangers by MaraDamian

did we both met, before we really meet,
have we talked yet, before taking our seats,
did you know my name, yes it's on the tag,
would it be the same, i know its jet lag.

if you give me a wink, then i'll start to think,
if you just walked away, but then hey its okay.
it's not like my world ends when you take that bend.

oh maybe,
we are some random strangers, yet we looked like star-crossed lovers
maybe,
we are some random lovers, yet we looked like star-crossed strangers

lets take a long stroll, down that windy road,
better yet, take of my hat, and throw it with a bat,
our smiles they won't fade just like that,
so does this photograph of Remy the rat

live life only once, meeting you was some chance,
if it was twice, meeting you could be a vice
and i could never say anything this nice,
lets stand up this crowd and enjoy this last dance.



p/s:
Star-crossed was a term that is used by the late William Shakespeare to describe the very famous characters which he created through the story "Romeo & Juliet".The word is used to describe the couple Romeo & Juliet and it was meant that the couple met as if they were destined to be together. Thus, star-crossed meaning destined, could be used as if in agreeing towards an event that was not merely coincidental.

Strangers on the other hand are more of a chance than something that is certain or confirmed. Meeting a stranger on a bus will require you to calculate the immaculate amount of possibilities and rigorous networks consisting of chains of chances which sums up an amount that will show the possibility of such things happening in a certain place given a certain time.

Thus the idea star-crossed strangers came up to me. The very idea of destiny meets chance was very enlightening to me that I need to make a piece out of it.

p/s/s: this is from me to you guys. happy 1 month. ;)

2.24.2010

Tinta Kata Sebuah Rahsia

lihat, dengar, hidu, rasa, sentuh,
tinta kataku.

kataku ini,
bukan nyalamu,
bukan niatku,
bukan rasamu.

rahsianya alam,
tidak kau tahu,
tidak dibelenggu,
tidak meragu.

kau lainnya hati,
lainnya pekerti,
lainnya resmi,
lainnya dicari,

dan aku masih disini,
lihatnya lari,
hatiku benci
tapi lainnya hakiki.

rahsia ini bukan dicari,
untuk dimiliki,
malahan membenci

biarlah tinta kata menjadi dusta
jika hati menolak bicara.

p/s: hari ini masak ayam kicap

12.29.2009

Sailor Came, Sailor Sailed Away

Once, there was this sailor of very old age. He was cunning, he was smart, he was everything but wise.

As people ages, they became wiser, but not for this sailor. He remained absurd, relentless of time.

Poseidon2

All he knew, he would be the adopted son of the sea, asking protection from Poseidon, the God of the Sea himself, each time he sailed away.

One day, Poseidon split the sea into half, creating the never ending pathway between it. It remained that way for years, and never shown a sign that it will revert back to normal at all.

The sailor tried to walk along the pathway, wondering what’s waiting on the other side of the world. Little did he knew about the dangerous unknowns lurking around him.

Well, what ever it is waiting for him, the sailor must go on and continue to walk. It’s too late to return now.

End of anecdote ‘Sailor Came, Sailor Sailed Away’

11.14.2009

Fret the Moon

court_jester_livia_by_ludeshka

And the boy shall fret upon the Moon,
He would have sat upon the crown soon,
The Court Jester shall fret along too,
He have known this whole period’s wound,

Shall they celebrate upon nothingness,
That nothing, that exceeds something,

Something which the moon would say,

“Heed me signs of bleak future! Thee should not stay any longer!”

The boy sat on his crown, an actual illusion,
From nothing, a something could be born,
And from something, reduced to nothing,
And it would be a shame, though it was never a thing to begin with.

Could the fate crosses path with destiny,
Only the court jester could foresee,
He’s no mere joker, more than a seer,
Foreseen the boy’s future.

For the boy was nothing, he wants something.

For the boy was the Court Jester and they shall know nothing of it.

11.09.2009

I shall take you away to the Moon.

Moon_after_the_eclipse_by_Suvetar

After the clock strikes two, I shall abduct you,
I shall take you away to the moon,
No one will asked for you, no one will care,
I’ve erased their memories, no more despairs.

Come closer, I will not hurt you, nor will I touch,
Your stories and rants, all of it no rush,
Intrigued me with your look, and your words,
Let it dance across the orbit, moving forward.

Lay across your hand, accepting the heat,
Let me lay my head on you, feeling the beat.
Hush now my dear, we’re on the moon,
Speak no more my dear, it’s just too soon.

~Inspired by Yuna - After Midnight.

Akmal Ghani ©

10.13.2009

Wishes, trusts, & fears.

What we may wish, may it become true.

What we put our trust in, may it reveal itself.

What we always fear, may it not be reality.

And thus,

It came to this final battle for hopes and wishes,

Of others to the related ties.

May we bring forth victory in our hands,

And carve that eternity worth of smiles.

Our dreams, our futures, divided it maybe,

What matters most, is the journey.

May God gives His blessings upon us,

The courage to move on and forever thus.

Thus our wishes,

trusts, and,

fears.

An ode of SACE Final Exam Tribute to Taylorian’s 08-09

© Muhammad Akmal bin Abdul Ghani

7.22.2009

Debu-bunga

Dunia ni kalau orang kata petak pun penulis sanggup percaya. Letih nak dengar itu, nak percaya ini. Senang-senang ambik je semua. Telan hidup-hidup, pedih ke, manis ke, masam ke, masin ke, kelat ke.. terimalah. Itu pilihan kamu, tindakan sendiri. Jangan salahkan tangan yang melakukan, atau lidah yang salah rasa atau mulut salah bicara, atau telinga yang pekak binasa.

 Flower_And_Butterfly.png

Pernah ada suatu hikayat di suatu tasik yang permai. Penghuninya aman sentosa. Yelah, yang hidup pun kumbang, lebah, bunga-bunga pelbagai jenis, dan mestilah ikan-ikan. Tersebutlah kisah mengenai kumbang badak yang susah nak terbang, yelah sudahlah berat, sayapnya kecil pula. Hatta, dia ingin sekali terbang melihat alam sekeliling tasik. Tiada tempat lain lagi, ia pun merangkak pergi melawat kawan yang tiada renggang dengannya melainkan si lebah madu, si lalat, si pepatung dan juga si pepijat. Si kumbang badak rapat dengan si lebah madu, jadi dinyatakan hasratnya dahulu. Maka terdengarnya permintaan si kumbang badak itu, si lebah madu mengikat janji membawa si kumbang badak pergi. Lalu berterbangan lah mereka melihat dunia.

 2916795870_6f8765ece8

“Apakah nama dahan itu, lebah madu?” si kumbang bertanya, minatnya tiada lagi terperi.

“Itu namanya tiada lain dan tiada bukan adalah, Segunggum Kasih, sahabatku, hatta racunnya di buat penawar dan penawarnya mampu dijadikan buatan racun!” si lebah madu berteriak.

Mulut kumbang badak terasa amat berat seperti di lipat-lipat bibirnya. Sudahlah ia tidak dapat terbang, tinggalnya bunga ini jauhan di pendalaman.

Sepurnama berlalu, tiada juga kumbang badak membawa diri. Hatinya tertaut akan Segunggum Kasih, entah tiada lagi memikirkan seperkara dunia. Pergilah ia merangkak-rangkak, kakinya letih apatah sudah, merangkak jua ia terpaksa. Setibanya ia di sana, semuanya tiada berguna.

Rerama Bestari sedang asyik dan leka, maka tidak sedarlah kehadiran si Kumbang Badak, apatah lagi ia ingin menyapa. Asyiknya tidak terperi, cobanya ia menghisap madu di Segunggum Kasih, lawannya entah, terimanya entah. Kumbang Badak cuba terbang dengan sayapnya, beratnya tidak membenarkan.

Baliklah si Kumbang Badak ke halamanya hampa. Ceritakan pula pada si lebah madu, maka ditertawakannya ia terbahak-bahak.

“Bukankah sudah aku katakan, penawarnnya adalah racun!!” lebah madu ketawa terbahak-bahak.

 

beautiful_flowers

Sepurnama pun berlalu pergi, Rerama bestari beredar pergi, mengikut musim, ia terus terbang kesana-kemari. Hatta, terlintas untuk Si Kumbang Badak terbang ke Segunggum Kasih, melawat ia, menyentuh tidak. Kali ini, ia terpaksa meminta bantuan si pepatung, dan si pepijat untuk membawanya pergi. Segunggum Kasih walaupun cantik, ia mudah di bawa arus tasik. Sehari-suntuk mencari, ke hujung tasik ia juga pergi. Rupa-rupanya Kumbang emas sedang berehat di celah-celah dahan Senggungum Kasih. Kumbang Emas, cantikknya tiada peri itu, bagaikan secocok dengan Segungum Kasih. Hatta, hari itu hujan turun dengan lebatnya. Segunggum Kasih masih tegak berdiri, bersama ia Si Kumbang Emas, tundukknya tidak pada hujan.

Golden Beetle

Si Kumbang Badak akhirnya terus menetap di sebelah hujung tasik menghadap gunung, mecari kawan tidak. Hiduplah ia berseorangan.

The End.

P/s: Terror jugak aku ni nak mengarang hikayat. Huu :)

6.22.2009

Ingat lagikah sem dulu-dulu?


DSC00595

Gambar ini walaupun ku yang lukis, tapi memorinya tiada rasa.

Gambar ini ku lukis kerna, ku rasa harus mereka mendua,

Gambar ini ku lakar, biar lama, asal itu memadai.

Jadi, kepada pemilik memori ini,

Jangan biar tangan ku ini memadamnya nanti,

Jangan biar ku ubah warnya, kerna ia akan tercalit isinya.

Jangan ku lihat ia dimakan usia, mencari realiti indah,

dan,

Janganlah ada lakaran lain selain dia.

Lakaran Realiti – Akmal Ghani ©

1.21.2009

Roh yang terkunci.

Cubalah lari, walaupun terkunci,
roh itu mahu bebas, tanpa batas,
ikatlah kaki jasadnya, tetap bebas merasa,

lihatlah matanya mampu, arahan si minda, ia taat terkedu,
kaki jauh melangkah, si roh dihindari, permintaannya salah.

jasad melaksanakan perintah, jangan berhenti,
berhentilah!, roh meronta-ronta, kebebasannya dicabuli.
roh mahu melawan jasadkah?
menang, kalah, kanan langkah, kiri langkah.

tapi logik minda merajai segala persoalan,
tak perlu semua tahu, cukup sudah sekadar ingatan,
si roh melangkah, tersentak lambat sudah,
semua tahu yang apa berlaku sudah berbuah,
walaupun terpaksa memilih terbaik ada,
pastinya hanya tangkai si roh merasa.

hambar sudah,
pergilah sudah,
jangan ketawa menghina,
si roh bukannya sempurna.

------------Opportunity Cost------------
lari ke destinasi atau duduk bersembang?
sudah dipilih.
------------------------------------------

1.08.2009

Little Liars

Spending the rest of the evening,
Looking back to see the pen,
Nothing's there, nothing to be seen,
Wish it wasn't late to mend.

The Sun is coming, everyone's laughing,
Left open the window pane,
Now the moon came, everyone's judging,
It's all back down the lane.

Little, little steps that you took away,
Though it's little, hearts are going to sway,
I'm just loosing my parade,
They're just looking for thier faith.

Like little, little liars,
Like little, little kids,
with Popsicle in the back of their hands.
Wishing hard to comprehend, but it'll never do.

5.28.2008

Dream of You

Every night, I dream, I dream of you,
Every daydreaming, I dream of you,
And it's such a waste,
That you'd never dream of me.

So please leave, and let me be free,
Never have to think it be,
Just walk away and leave.
cause your brief smile, makes me crazy,
I never ever think of it thoroughly,
So what, I'll go crazy for thee.

Just that leave me be.